Senin, 15 Oktober 2018

Era kebangkitan ilmu pengetahuan

Pengertian Ilmu Pengetahuan : 
Secara bahasa Science berarti "keadaan atau fakta yang sering diambil dalam arti pengetahuan (Knowledge) Yang dikontraskan dengan intuisi atau kepercayaan (Mulyadi Kartanegara, 2013 : 2), Ilmu pengetahuan yang dimaksud dengan sains adalah pengetahuan ilmiah atau pengetahuan yang bersifat ilmu, Secara ilmu pengetahuan mempunyai syarat hukum ilmu pengetetahuan (KBBI, 1990: 324).



*Yunani kuno


Pertama, masa filsafat Yunani merupakan masa dimana filsafat dan ilmu pengetahuan dilahirkan, seperti kita tahu dizaman ini banyak filsuf mulai dari Thales, Socrates, Aristoteles, Plato dll. Zaman ini filsafat tumbuh bagai jamur dimusim semi, ditandai banyak melahirkan aliran-aliran filsafat klasik yang mempengaruhi pemikiran umat manusia sampai sekarang. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang yunani selalu memikirkan alam semesta dan sistim social masyarakat, termasuk asa usul alam semesta, hakikat manusia, hakikat masyarakat sampai metafisika.


*Abad Pertengahan


Kedua, Zaman Pertengahan atau orang biasa menyebutnya zaman kegelapan, dimana masa ini otoritas raja dan gereja menjadi otoritas kebenaran mutlak, tidak ada kebenaran kalau bukan dari kerajaan dan gereja yang mengatakan, sehingga ada monopoli kebenaran di masa ini, hal ini membuat kemandekan dalam perkembangan pemikiran filsafat. Ini menjadi alasan kenapa zaman ini disebut zaman kegelapan, karena zaman ini pemikiran manusia dipasung dengan sangat kuatnya sehingga membuat filsafat dan ilmu pengetahuan menjadi mati suri. Ilmu pengetahuan dikontrol dengan kuat oleh kekuasaan.

Ketiga, ketika di barat ilmu pengetahuan dan filsafat begitu muram dan gelap, justru di dunia Islam ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang luar biasa, banyak pemikir muslim zaman itu yang mampu melahirkan karya karya fenomenal. Dizaman itu banyak ilmuan dengan berbagai bidang ilmunya hadir mewarnai khazanah intelektual islam sebagai contoh adalah Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali yang ahli dalam hukum islam; Al Farabi ahli dalam astronomi dan matematika; Ibnu Sina ahli dalam kedokteran; Al Kindi ahli filsafat; Ibnu Khaldul ahli sosiologi, filsafat sejarah dan politik, ekonomi dan kenegaraan; dan Anzahel ahli dan penemu teori peredaran planet.

Keempat, periode kebangkitan Eropa (abad 14-20). Diabad ini terjadi sebuah pemutar balikan zaman, ketika di abad pertengahan kekuatan gereja dan raja sebagai otoritas penentu kebenaran absolut, zaman ini mulai terjadi penentangan terhadap kekuasaan gereja dan raja. Di abad ini lahirlah banyak tokoh-tokoh yang membawa eropa memasuk zaman kebangkitan kembali filsafat dan ilmu pengetahuan, sebut saja Fransiscan Bacon dengan aliran pemikiran empirisme dan realism; Newton dengan teori gravitasinya; John Lock menentang kekuasaan gereja dengan menyebarkan ide bahwa manusia bebas untuk mengeluarkan pendapat, hak untuk hidup, hak untuk merdeka dan hak berfikir; Immanuel Kant seorang filsuf terkemuka dari jerman memebrikan kritik terhadap akal budi dalam bukunya critique of pure reason.

Renaisans; Kembalinya Kejayaan Yunani

Paska perang salib yang berkecamuk di Yerusalem, para pemikir dan seniman mulai meninggalkan Romawi Timur menuju Eropa barat. Mereka menyadari ada sesuatu perubahan besar yang tak bisa dihindari, yaitu munculnya teknologi perang dari mesiu peledak, sebuah lompatan teknologi yang luar biasa. Dan untuk menguasai teknologi tersebut mereka berkeyakinan kuat meruntuhkan mistisme zaman pertengahan dimana kebekuan berfikir manusia mencapai puncaknya. Para pemikir dan seniman mulai mengkaji dan menghidupkan kembali sains dan filsafat abad klasik yang sebelumnya mendapat larangan keras karena bersebrangan dengan misi ketuhanan.

Renaisans pertama berkembang di kota Firenze, dimana keluarga  Medici yan tersohor menjadi penyokong keuangan dengan perdagangannya di wilayah Mediterania. Keluarga Medici memang mempunyai masalaah dengan sistim kepausan saat itu. Maka tidaklah heran kalau keluarga Medici inilah yang memfasilitasi para seniman dan intelektual untuk mengeluarkan karya pemikirannya dengan bebas dalam lindungan keuarga medici dari sistem gereja. Selain itu kota Firenze memang disokong oleh para pedagang dan bangsawan.

Kebebasan berekspresi dan berfikir membuat seniman dan intelektual mampu mendirikan gilda-gilda seni yang melahirkan banyak seniman dan intelektual terkemuka. Dari gilda-gilda inilah para intelektual dan seniman juga mendidik penerus mereka.

Gerakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar